"Mengenang Kenangan dengan Tulisan"

Tuesday, June 12, 2018

Soft Opening Authorized Mi Store Yogyakarta di Hartono Mall



Seperti berita yang telah banyak beredar, xiaomi akan membuka 15 toko retail di Indonesia. Pada hari Minggu, 10 Juni 2018 secara resmi telah dibuka Authorized Mi Store Yogyakarta yang berlokasi di Hartono Mall lantai 1 no. 38. Kebetelan saya baru sempat ke lokasinya hari keduanya, yaitu tanggal 11 Juni 2018. Niatan awal ke sana memang mau mencari Xiaomi Redmi Note 5 yang sangat susah sekali dicari. Kalaupun ada online di marketplace seperti Tokopedia atau Bukalapak, harganya sudah melambung tinggi. Hal ini karena barangnya yang super susah didapat, sampai dapat predikat hape ghoib. Permintaan pasar tinggi, barangnya dipasaran sedikit maka dimanfaatkanlah oleh para perjual/makelar hape. Sampai selisih harga hampir satu juta cuy. Kalaupun selisihnya kurang dari itu, biasanya garansi distributor bukan TAM.

Oleh karena itu, begitu tahu sudah ada Mi Store di Yogyakarta, saya langsung ke lokasi. Dengan harapan dapat harga murah. Dan pas hari kedua saya ke sana, ternyata Redmi Note 5 sudah ludes. Itu yang antri pasti nyarinya hape ghoib tuh. Haha..

Soft Opening 10 Juni 2018 yang saya dapatkan dari @Mifans_Djogja

Setelah saya tanyakan ke pegawainya, memang stok barang khusus Redmi Note 5 terbatas. Tiap hari dibatasi 20 barang. Bahkan hari kedua sampai 3 hari ke depannya barang dipastikan masih belum tersedia. Kecewa? Pasti dong. Dan yang kecewa juga bukan hanya saya. Tiap kali pengunjung yang datang, yang dicari juga si hape ghoib. Haha

Pengujung cukup ramai

Untuk masalah harga, saya perhatikan semua yang dijual sama seperti harga resminya. Hanya Redmi Note 5 versi RAM 3/32GB harganya 200rb lebih mahal dibanding harga resminya yang hanya Rp. 2.499.000. Mungkin karena barang terbatas kali ya. Tapi mending lah daripada yang di luar sana. Tapi untuk yang versi 4/64GB harganya normal Rp. 2.999.000. Redmi 5A pun juga normal yaitu Rp. 1.099.000.

Note: Yang harga Redmi Note 5 3/32GB kemungkinan saya salah denger atau SPG-nya yg salah menyebutkan harga. Karena kata Pak Herry SW, jika barang yang dijual di Mi Store harganya di atas harga resminya, bisa dilaporkan.
Petugas sibuk melayani pembeli.

Trus yang dijual di Mi Store apa saja? Seperti yang kalian lihat di foto atas. Jadi selain smartphone, di sana juga di jual backpack Mi Urban Life Style, MI City Sling Bag, koper Xiaomi 90 Points, Mi Band 2 dan aksesoris lainnya seperti headset, speaker bluetooth, Mi Selfie Stick, power bank dll.

Terlihat deretan Backpack Urban Life Style dari Xiaomi

Terlihat deretan, tempered glass, softcase dan headphone
Mungkin itu dulu yang bisa saya ceritakan. Nanti setelah lebaran siap ke sana lagi untuk berburu Redmi Note 5 Black. Do'akan semoga dapet ya. Haha :) Biar bisa cerita lagi di blog. Hehe :)

Update: 
2 Juli 2018 Saya akhirnya memutuskan membeli online di Bukalapak dengan harga sekitar 2,7 juta. Dan kebetulan ada promo cashback 100 ribu dari Bukalapak.
16 Juli 2018 Penyesuaian harga akan dimulai pada tanggal 16 Juli di seluruh Authorized Mi Store dan juga flash sale di Lazada. Redmi 5A - Rp 1.149.000, Redmi Note 5 (3+32)  - Rp 2.599.000, Redmi Note 5 (4+64) -  Rp 3.099.000. Cek di sini


Tuesday, March 27, 2018

Dokumen yang Perlu Dipersiapkan untuk Mendaftar Program Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada

Kalau teman-teman mau mendaftar program pascasarjana di Universitas Gadjah Mada, berikut ini dokumen yang perlu dipersiapkan:

Bagaimana Cara Daftar Program Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada?

Halo semuanya..! :)
Sebelum saya menjelaskan bagaimana cara daftar program pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saya akan menjelaskan ragam jalur seleksi program pascasarjana UGM. Jadi ada 3 (tiga) jalur, yaitu:

  • Jalur Reguler: diperuntukkan bagi calon pelamar dengan biaya sendiri, calon pelamar dengan biaya dari instansi tempatnya bekerja, dan calon pelamar dari masyarakat umum yang sedang mengajukan beasiswa dari berbagai Kementerian di Republik Indonesia.
  • Jalur Kerjasama: diperuntukkan bagi calon pelamar yang biaya pendidikan dibiayai oleh mitra UGM dan biaya pendidikannya ditanggung oleh institusi tersebut, dibuktikan dengan adanya MoU yang masih berlaku.
  • Jalur Internasional: diperuntukkan bagi Warga Negara Asing (WNA).

Dikarenakan saya masuk melalui jalur reguler, maka saya akan menjelaskan secara mendetail untuk jalur ini.


  1. Silahkan membuat akun pendaftaran di laman um.ugm.ac.id

dilanjutkan bulan april minggu ke dua ya. Saya lagi ada UTS. hehe
Kalau ada yg ditanyakan kontak via Twitter di ayik_ms

Sunday, March 25, 2018

Pengalaman Seleksi Beasiswa Unggulan Batch 2 Tahun 2016

Akun saya di https://buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Sebenarnya sudah lama ingin menulis pengalaman ini. Karena belum sempet dan tidak ada waktu (bilang aja males..hehe), akhirnya baru kesampaian sekarang. Itu juga setelah melihat pengumuman Beasiswa Unggulan (BU) tahun 2018 sudah dibuka kembali. Akhirnya tergugah untuk menulis cerita saya dulu.

Jadi saya sekarang menempuh program pascasarjana Ilmu Kimia S2 di Universitas Gadjah Mada. Sedangkan S1 saya dulu di Kimia Uniberistas Negeri Semarang. Karena saya masuk sebagai mahasiwa baru adalah di semester ganjil 2016. Jadi saya mendaftar BU batch 2 tahun 2016. Karena biasanya BU setiap tahun ada 2 batch. Batch 1 biasanya untuk mahasiswa on going sedangkan batch 2 untuk mahasiswa baru. Ini dikarenakan batch 1 biasanya dibuka pendaftarannya bulan Februari/Maret dan diumumkan bulan Mei. Sedangkan batch 2 dibuka bulan Juni/Juli dan diumumkan bulan September. Tapi kalau kamu daftar di kampus yang memang menerima pendaftaran  mahasiwa baru di semenster gebap berarti kamu bisa daftar BU di batch 1 dengan status mahasiwa baru.

Ceritanya dulu berkeinginan untuk daftar Beasiswa LPDP, karena kelengkapan berkas yang belum terpenuhi dan atas desakan orang tua untuk segera daftar S2. Akhirnya saya segera daftar S2 dan melepaskan keinginnan daftar S2 dengan beasiswa LPDP. Kita ketahui juga, bahwa kamu dinyatakan lolos LPDP minimal harus 6 bulan sebelum kuliah berlangsung. Otomastis jika kurang dari itu, kamu baru bisa kuliah tahun depannya. Mungkin berkat restu dan do'a orang tua, setelah dinyatakan lolos sebagai mahasiswa pascasarjana UGM. Saya langsung dapat info BU batch 2 telah dibuka pendaftarannya. Kalau tidak salah ingat, saya dulu baru tau infonya dan mulai menyiapkan berkas adalah kurang dari 2 minggu pendaftaran ditutup. Mulai mengurus LoA di Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, surat rekomendasi dari dosen saya di Semarang dan menulis proposal rencana studi. Bahkan saya dan seorang teman satu jurusan mengupload proposal rencana studi di hari terakhir pendaftran. Alhamdulillah dengan perjuangan yang keras dengan waktu yang terbatas (kurang dari 2 minggu) saya dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiawa Unggulan batch 2 tahun 2016 pada tanggal 23 September 2016. Nanti saya akan buat tulisan tersendiri terkait tahapan dan prosesnya ya.

Kalau saya lihat dan bandingkan dari persyaratannya Beasiswa Unggulan 2018 ini berbeda dengan jaman saya di tahun 2016. Yang berbeda adalah sekarang ada menulis essay menggunakan Bahasa Indonesia dengan judul: "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia". Dan jaman saya persyaratan IPK dari lulusan PTN minimal 3.00 sedangkan lulusan dari PTS minimal 3.25. Kalau yang tahun 2018 semuanya disamakan minimal IPK 3.25 baik yang dari PTN maupaun PTS. Oh iya ada satu lagi. Skor TOEFL jaman batch 2 2016 itu minimal hanya 450. Ini rada aneh sih. Soalnya batch 1 2016  syaratnya minimal 500. Dan batch 1 2017 sampai sekarang tetap minimal 500.

Mungkin sampai di sini dulu. Nanti saya bakal menulis tentang BU ini di tulisan yang berbeda. Biar tidak jenuh baca terlalu panjang di satu judul tulisan. Semangat buat yang sedang mempersiapkan berkas BU 2018. :)

Friday, June 3, 2016

Akhirnya!!! BNI e-Secure Sudah di Tangan.

Di artikel sebelumnya saya sedikit bercerita tentang pengalaman mengurus BNI e-Secure yang tertunda karena stok habis. Silahkan selengkapnya bisa dicek di sini. Waktu itu mbak CS (entah siapa namanya -tidak begitu memperhatikan) menyuruh saya kembali lagi seminggu kemudian. Karena ada beberapa hal, akhirnya saya baru bisa datang lagi ke customer service BNI KCP Unnes hari ini, yaitu Jum'at, 3 Juni 2016,tepatnya sekitar jam 09.30 WIB.

Saat berangkat dari kontrakan saya bawa kartu identitas, buku tabungan dan kartu debit (ATM-red). Dan juga jangan lupa siapkan uang cash 10.000 untuk biayanya. Mungkin sebagai pengganti alat BNI e-Secure yang diberikan kepada kita. Saya waktu itu sekalian bawa barang dagangan saya untuk dikirim via JNE selepas dari BNI nantinya. Sebenarnya agak dipaksakan untuk ke BNI nya. Tapi karena minggu depan sudah harus mengurus surat rekomendasi dosen pembimbing jaman S1, untuk mendaftar S2. Lagian batas pendaftarannya sudah tinggal sebentar lagi, yaitu ditutup tanggal 15 Juni 2016. Mohon do'anya ya semoga lancar dan bisa keterima di UGM program studi Ilmu Kimia.

Oke, kembali lagi ke pembahasan. Saat sudah masuk ruangan CS BNI ternyata saya harus menunggu 5 antrian lagi. Saya dapet nomor antrian 016. Sedangkan yang masih dilayani baru no 011. Menunggu sekitar 30 menitan, tibalah giliran saya. Saatnya maju ke meja mbak CS nya. Mbak nya yang melayani saya beda dengan yang mbak nya yang Rabu minggu lalu melayani saya. Dan untuk mbaknya yang sekarang saya tau namanya. Yaitu mbak Fretty!! Karena saat menunggu tadi, saya memperhatikan sebuah papan nama yang tertempel di dinding, yang bertuliskan Fretty. Hehe..

"Ada yang bisa saya bantu mas?", tanya mbak Fretty menyambut kedatanganku. Saya utarakan keinginan saya untuk buat BNI e-Secure. Saya diminta menyerahkan KTP, buku rekening dan ATM. Sudah saya duga, seperti pengalaman yang sudah-sudah. Haha.. Sembari mbak Fretty memfotokopi dokumen saya, saya diberikan formulir untuk diisi. Ada nama lengkap, nomor rekening, nomor kartu debit, nomor KTP, nomor hp dan alamat email. Saat verifikasi data, saya ditanya tanggal lahir dan anam ibu kandung saya. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, untuk menyakinkan bahwa yang mau membuka BNI e-Secure benar-benar yang memiliki rekening. Setelah beberapa menit mbak nya input data akhirnya BNI e-Secure sudah di tangan. Saya dipandu untuk buat password baru oleh mbaknya. Untuk default passwordnya adalah 12345678 ya! Sebenernya tanpa dipandu pun pasti bisa. Soalnnya di dalam kotak sudah ada manual book nya. Setelah semua beres, mbak Fretty kembali menanyakan apakah masih ada yang perlu di bantu. Waktu itu saya tanya terkait masa berakhir password login di interner banking yang muncul tersisa 25 hari di akun saya. Ternyata masa passwordnya cuma setahun, jadi nantinya harus ganti password baru. Wajar sih, saya aktifasi internet banking bulan Juni akhir tahun lalu. Dan saya dapat info juga, kalau e-Secure dan m-Secure ( aplikasi mobile banking di Android dan iOS) bisa digunakan bersamaan, tidak harus memilih salah satu. 

Oke sekian dulu ya sharing saya tentang pembuatan BNI e-Secure. Semoga membantu bagi yang ingin buat BNI e-Secure juga. Kalau ada yang ditanyakan komen aja di bawah. Nanti saya juga akan ulas bagaimana penggunaaan BNI e-Secure untuk bertransaksi di artikel selanjutnya. :) Bye.. ;)






Tuesday, May 31, 2016

BNI Melayani dan Selalu di Hati



Bank Negara Indonesia atau lebih dikenal dengan BNI. Rekening tabungan pertama kali saya adalah BNI , bahkan sampai sekarang saya hanya memiliki rekening BNI saja. Awalnya dulu, rekening yang saya punya adalah BNI Tapma (Taplus Mahasiswa). Karena BNI menjalin kerjasama dengan Universitas tempat saya jaman kuliah dulu, sehingga saat mahasiswa baru saya langsung mendapatkan rekening BNI Tapma. Untuk kebanyakan mahasiswa –termasuk saya,  biaya administrasi BNI Tapma kala itu sangatlah murah meriah hanya 2.500 per bulan dan setorannya minimal bisa hanya 5.000 saja. Bahkan saat pengambilan uang pakai kartu debitnya bisa disisakan saldo dibawah 50.000. Sangat menolong anak kuliahan di akhir bulan, khususnya yang pada nge-kos. Hehehe…

Berlanjut, saat saya kuliah di tahun ke-4, saya berkesampatan mengikuti program Asia Pasific Leader di HongKong. Otomatis saya harus mengupgrade rekening saya yang awalnya hanya BNI Tapma ke rekening yang kartu debitnya berlogo MasterCard. Tau sendirilah, kalau diluar negeri pasti kita nantinya butuh uang cash. Sehingga kita nantinya bisa menarik uang di ATM di negara yang kita kunjungi kapan saja. Saat itu ada 2 pilihan antara saya upgrade ke BNI Taplus Muda atau BNI Taplus. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih BNI Taplus dengan Kartu Debit Silver. Untuk BNI Taplus Muda menurut saya enak sekali. Karena untuk biaya saldo minimal dengan saldo ditahan (mengendap) itu dibedakan, sedangkan bank-bank yang lain itu disamakan. Untuk BNI Taplus saldo minimalnya adalah 150.000 dan saldo ditahan adalah 15.000. Artinya meskipun di rekening hanya ada saldo 120.000. Kita tetap masih bisa menarik uang atau menggunakan transaksi. Yang terpenting saldo sisa setelah penarikan atau transaksi masih di atas 15.000. Beda dengan bank lain yang rata-rata saldo minimal dan saldo ditahan 100.000. Otomatis sisa saldo setelah transaksi harus di atas 100.000. Gimana? Masih ragu menggunakan BNI Taplus?
Oh iya.. satu lagi. Untuk biaya administrasi bulanannya BNI Taplus yaitu sebesar 11.000. Dan denda jika saldo dibawah minimal adalah 5.000. So.. jaga saldo kalian selalu di atas 150.000 di akhir bulannya ya! ;)

Eh iya, saat di HongKong pun saya menemukan BNI lho. Yaitu di daerah Victoria tepatnya di depan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) HongKong dan di daerah Hung Hom. Ini dia fotonya yang di daerah Hung Hom (untuk yang di Victoria tidak sempat ambil fotonya). 
 
BNI di daerah Hung Hom, HongKong.
 Saat di HongKong pun ada cerita menarik terkait rekening bank. Karena saya dan teman-teman tinggal selama 1 bulan penuh otomatis ada yang kehabisan uang. Dan salah satu teman saya yang dari Indonesia (yang memakai rekening bank non BNI) sempat meminjam rekening bank saya untuk transfer uang dari Indonesia ke HongKong. Katanya sih ada masalah terkait rekening banknya. Hehe..
Dan saat sebelum ke HongKong pun saya juga sudah mengaktifkan Internet Banking melaui ATM, tapi masih sekedar untuk mengecek saldo dan transaksi terakhir. Karena belum saya aktifkan e-secure ataupun m-secure nya. Sehingga Internet Bankingnya masih yang non transaksi. 

Dikesibukan saya sekarang ini yang sudah lulus sarjana 1 tahun lalu, yaitu selain mengajar di salah satu sekolah di Semarang, saya juga mencari pendapatan sampingan dengan berjualan online. Karena jualan online itu market pasarnya ke seluruh Indonesia, otomatis pembayarannya harus melalui transfer. Dan saya pun masih setia menggunakan BNI Taplus saya. Baik saya gunakan untuk no.rekening transfer pembeli saya ataupun untuk bertransaksi dengan rekan bisnis saya yang tidak cuma di wilayah Semarang saja. 

Kenapa saya masih setia menggunakan BNI untuk berjualan online? Sebelumnya saya berikan alasannya, saya mau sedikit cerita dulu. Saya berjualan online ini, kadang pembeli melakukan transaksi langsung dengan saya atau melalui situs e-commerce. Saya paling sering menggunakan 2 situs e-commerse, yaitu yang perusahaannya identik dengan warna hijau dan yang identik dengan warna merah. Lha, saat penarikan dana untuk rekening BNI itu tidak dibebankan biaya sama sekali. Sedangkan ada bank lain yang tiap penarikan dana dibebankan biaya sebesar 1.500. Pastinya yang pernah jualan di situs e-commerce tersebut tahu terkait hal ini. Hehe.. Ya, itu lah alasan kenapa saya tetap menggunakan BNI. J

Minggu-minggu ini saya juga sedang mengurus e-secure BNI agar memudahkan transaksi online saya, salah satunya untuk berjualan online. Di atas tadi kan saya sudah jelaskan kalau internet banking saya masih yang non-transaksi. Otomatis hanya bisa untuk cek saldo dan transaksi terakhir. Meski begitu, hal itu sudah sangat membantu saya untuk mengecek bukti transfer yang dikirimkan pembeli dengan riwayat transaksi di http://ibank.bni.co.id/. Jadi bisa mengecek, apakah pembeli tadi benar-benar transfer apa tidak. Kalau yang transfer banyak orang dan dalam waktu yang bersamaan otomatis hal ini akan membatu kita. Tapi hal ini belum cukup buat saya. Makanya saat mau menggunakan e-secure untuk memudahkan transaksi saya. Sehingga saat transfer, saya tidak perlu jauh-jauh ke ATM. Cukup duduk di depan laptop saja. Hehe…

Jadi minggu lalu, tepatnya hari Selasa, 24 Mei 2016. Saya pergi ke BNI Kantor Cabang Universitas Negeri Semarang untuk mengurus e-secure. Ambil nomor antrian, naik ke lantai dua dan menunggu nomor antrian saya dipanggil. Beberapa menit kemudian nomor antrian saya dipanggil. Tidak begitu lama menunggu sih, soalnya saya cuma menunggu 2 orang sebelum saya. Saat sudah di depan mbak CS nya saya mengutarakan keinginan saya untuk mengaktifkan e-secure saya. Saya diminta menunjukkan kartu identitas, kartu debit dan buku rekening tabungan. Saat mbak nya login di akunnya, untuk mengaktifkan e-secure BNI, saya ditanya terkait info pribadi (waktu itu ditanya nama ibu kandung saya). Mungkin untuk lebih memastikan kalau yang berhadapan dengannya benar-benar orang yang memiliki rekening BNI Taplus yang mau mengaktifkan e-secure nya. FYI, e-secure itu nantinya kalian akan diberikan semacam alat (seperti kalkulator kecil) untuk bisa melakukan transaksi. Dan kalian akan dikenakan biaya 10.000, sebagai pengganti biaya alat tersebut. Kalau ada yang tanya bedanya e-secure dengan m-secure apa? Kalau m-secure itu untuk aplikasi mobile banking yang di install di hp Android ataupun iPhone. Karena saya belum punya Android/iPhone otomatis saya memilih e-secure. Tapi oh tetapi, saat mengurus minggu lalu, ternyata alat e-securenya sedang kosong. 1 minggu setelahnya saya disuruh dating kembali. Sebenarnya hari ini tadi saya datangnya. Karena ada acara lain, jadinya ke kantor BNI nya saya undur besok. Oke.. sampai di sini dulu ya. Nantikan cerita selanjutnya dari saya terkait BNI. Dari semua kisah yang sudah saya ceritakan tadi, apa kalian masih ragu untuk membuka rekening BNI? Ayo buka rekening BNI sekarang! ;)



Friday, November 27, 2015

Review Power Bank Xiaomi 10000 mAh

Kali ini saya akan mereview Mi Power Bank 10000 mAh dari Xiaomi yang baru saja saya beli secara online di situsnya Xiaomi Indonesia (di sini) seharga Rp 195000. Sebelumnya saya akan memberitahukan beberapa produk Mi Power Bank.
1) Super Besar 16000mAh seharga Rp 325.000 | 2) Besar 10000mAh seharga Rp 195.000 | 3) Langsing 5000mAh seharga Rp 149.000.

Awalnya saya ingin membeli yang berkapasitas 5000mAh, Saat itu tertarik ketika berkunjung ke kos temen yang ada di Undip. Setelah cek harga di internet, ternyata harga yang kepasitasnya 5000mAh dengan yang 10000mAh tidak terpaut jauh. Dan perlu kalian tahu. Bahwasanya Mi 10000mAh adalah produk terbaru yang menggantikan Mi 10400mAh. Jadi Mi 10400mAh sudah tidak dijual lagi di pasaran. Entah kenapa ada produk penggantinya? Mungkin gegara 10400mAh ukurannya yang terlalu besar. Makanya Mi 10000mAh taglinenya "Cuma seukuran kartu nama".
Jadi dalam paket pembeliannya terdapat: 1. Mi Power Bank, 2. Kabel USB 3. User Manual Book. Oh iya, pada saat saya melakukan pembelian ini saya memilih yang Paket Power, Yaitu pembelian Mi 10000mAh + Mi LED seharga Rp 230000. Sehingga saya hemat Rp 22000 --karena kalau membeli satuan harga Mi LED adalah Rp. 57000. 
Paket pembelian: Mi 10000mAh, kabelUSB, buku manual pengguna
Paket Power (Mi 10000mAh + Mi LED)

Mi Power Bank ini memakai teknologi Polymer Cell 735Wh/L dari Panasonic dan LG, sehingga ukurannya lebih kecil dan padat. Dan juga menggunaan chip USB smart control dan chip charging/discharging (akan otomatis mengisi bila tersambung perangkat dan akan memutus alisan daya bila baterai perangkat sudah penuh, Mi Power Bank tidak hanya menyediakan 9 lapisan perlindungan untuk chip sirkuit, tapi juga meningkatkan efisiensi.
Selanjutnya bagaimana untuk mengetahui apakah Mi Power Bank itu asli atau bukan? dikarenakan saat ini marak meredar yang palsu. Oke yang paling mudah adalah dengan mengecek nomer atau kode otentifikasi dalam kardus kemasan (20 digit). Selanjutnya cek di sini.

Selain itu, mungkin bisa kita lihat fisiknya. Biasanya yang palsu logam dari Mi Power Bank yang palsu berwarna putih mengkilap, sedangkan yang asli berwarna putih beras. Dan juga kabel USB yang palsu pada kepala USB nya ada sablon logo Mi.

Sampai di sini dulu review saya semoga bermanfaat. :)

Update:
Pemakaian Mi Power Bank 10000mAh (dalam keadaan baterai penuh) mampu untuk mengisi daya baterai Microsoft Lumia 535 milik saya sebanyak 4 kali full. Itupun kadang sambil saya pakai untuk main game dan browsing internet.

Tambahan:

Atas: Mi 5000mAh
Bawah: Mi 10000mAh
Untuk kabel USB dalam paket pembelian Mi 10000mAh cenderung lebih panjang dibandingnya dengan kabel USB Mi Power Bank yang lain --kira-kira perbandingan panjangnya 2:3.